SUKSES BERKARIR


ARTIKEL PERTAMA:

Saat perusahaan mengurangi pegawai karena ekonomi sulit, pegawai yang dipertahankan adalah yang bernilai atau berharga untuk perusahaan. Anda semua bisa menjadi pegawai yang berharga yang tak tergantikan, pada saat perusahaan sedang berjaya atau sedang susah. Berikut ini tips menjadi pegawai tak tergantikan:

1. Ciptakan image profesional. a) Kenakan busana yang tepat, yang lebih mencitrakan Anda sebagai seorang profesional dan kurangi mode busana yang terlalu trendi. b) Tepat waktu. Muncul 5 menit lebih lambat dari waktu mulai beristirahat. Sebaliknya, waktu makan siang Anda yang terlalu panjang dapat berefek serius pada image Anda, karena hal ini terkait dengan komitmen Anda terhadap pekerjaan dan perusahaan termapt Anda bekerja.

2. Menjadi Orang Yang Didatangi. Semua orang suka dengan orang yang ramah, berpengetahuan dan selalu siap memberikan bantuan, baik mengenai urusan kantor maupun urusan pribadi ketika sedang berada di luar kantor. Dengan demikian Anda telah membangun chemistry kuat antara Anda dan rekan kerja Anda yang pada muaranya akan menjadikan Anda dikenal sebagai sosok yang dibutuhkan.

3. Punya Rasa Memiliki. Pegawai yang berharga dan tak tergantikan bukan hanya sekedar menghadiri rapat, tetapi juga bersedia memikul tanggung jawab terhadap bagiannya dalam proyek serta mampu menyelesaikan tugas tepat waktu dan memuaskan.

4. Network Lebih Efektif. Manfaatkan konferensi, gathering dan pesta perusahaan untu melakukan networking secara profesional, misalnya dengan berkenalan dengan orang dari lain departemenatau perusahaan lain.

5. Pelatihan Karir. Selain meningkatkan image profesional dan networking, yang juga tidak kalah penting adalah memastikan bahwa pengetahuan yang terkait dengan karir dan keterampilan kerja selalu berkembang (tidak terperangkap pada pengetahuan masa lalu). Selalu pikirkan untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan keterampilan, baik melalui pelatihan, seminar, workshop, dll.

ARTIKEL KEDUA:

Perusahaan manapaun tidak akan menaruh simpati (zero tolerance) pada 4 tindakan di bawah ini. Perusahaan menganggap bahwa Anda, sebagai karyawan/pegawai, telah melakukan kesalahan fatal yang merupakan kesalahan berpotensi berulang di masa depan sehingga untuk apa perusahaan mempertahankan Anda. Anda mungkin akan mengalami pemutusan hubungan kerja/dipecat atau setidaknya di-downgrade, jadi berhati-hatilah. Berikut ini 4 kesalahan fatal tersebut:

1. Tidak Jujur. Menyembunyikan fakta dan informasi penting dari rekan kerja dan manajemen adalah tindakan yang sangat dilarang. Perusahaan akan cepat mengenyahkan pegawai yang tidak bisa dipercaya karena hobi berbohong.

2. Punya Affair. Berpacarn dengan rekan sekerja memang tidak dilarang. Tapi, punya hubungan dengan rekan kerja yang telah menikah atau menjalin affair dengan bos atau manajer bisa menghancurkan semuanya, baik hubungan asmara dan juga karir.

3. Kekerasan Seksual. Melakukan tindakan seperti ini pada rekan kantor jelas bisa menyeret Anda ke meja hijau. Yang termasuk dalam kategori ini adalah menyebarkan lelucon ataupun materi yang bersifat porno ke rekan kerja. Simpan saja untuk diri Anda sendiri.

4. Mencuri. Tidak perlu diperjelas lagi bahwa seorangpencuri pastinya tidak akan diterima di mana saja berada.

ARTIKEL KE-TIGA:

Tips Bijak Menghadapi Kemarahan Bos

Jul 16th, 2009 | By admin | Category: Tips Karir

Siapa saja bisa bernasib sial. Dimarahi bos, sedih dan stres setelahnya, bisa dimaklumi. Namun, jangan berlarut-larut. Segera kuasai keadaan dan kembalikan kepercayaan Bos Anda. Kemarahan Bos bukan akhir segalanya. Anda tidak perlu larut dalam suasana ’sendu’ itu. Anda hanya perlu menetralisir keadaan, berusaha memperbaiki kesalahan dan kembali menghembuskan suasan yang lebih damai. Menurut Patricia Patton, Psikolog dari Amerika Serikat, “Emosi dibalas dengan emosi, akan menjadikan urusan semakin rumit. Jadi cara menghadapi orang yang sedang ‘panas’ adalah dengan cara meningkatkan emotional quotient (EQ) atau kecapakan emosi.” Berikut ini Tips bijak menghadapi kemarahan Bos:

1. Take It Easy. Saat Bos mulai mencecar Anda dengan kemarahannya sebisa mungkin tutup mulut Anda rapat-rapt. Bila ia menyerang Anda, tidak perlu langsung berusaha membela diri. Beri kesempatan pada bos untuk mengemukakan perasaannya. Tahan emosi. Ingat, secara struktur ia berada di atas Anda dan kemarahan atasan pada bawahan, dalam porsi tertentu dipandang wajar. Selama Anda diam dan mendengarkan, komunikasikan perhatian Anda dengan bahasa tubuh. Sampaikan bahwa Anda memang benar-benanr memperhatikan. Berikan tatapan mata yang tenang dan sikap tubuh yang terbuka.

2. Cooling Down. Daripada ikut-ikutan emosi, lebih baik menenangkan diri. Ingat bahwa masalah selalu ada di dunia kerja. Dimarahi bos, salah satunya. Untuk meredam emosi, cobalah bersikat tenang, tarik nafas dalam-dalam dan embuskan perlahan. Tak perlu bersikap demonstratif seperti menunjukan kesedihan atau penyesalan yang berlebihan. Hal ini akan membuat Anda terlihat ‘aneh’. Biasa-biasa saja.

3. Pahami Masalah. Anda boleh saja sakit hati dan kesal karena dimarahi bos. Namun coba pahami penyebab kemarahannya. Tentu bos punya alasan cukup kuat mengapa ia marah. Bahkan bisa ia tidak punya alasan kuat pun, ia punya ‘privilege’ untuk itu. Jika memang Anda melakukan kesalahan, berbesar hatilah menghadapi kemarahannya. Segera perbaiki kesalahan tersebut dan jangan bersikap antipati pada bos. Jangan bebani pikiran bahwa bos sentimen, prasangka ini akan membuat Anda semakin terpuruk dan membenci bos.

4. Berbicaralah Dengan Tenang. Bila saatnya tiba, berbicaralah dengan tenang, jelas dan tegas. Ketenangan Anda akan menurunkan emosi bos. Ambilah masa jeda di antara kata-kata Anda untuk menenangkan bos. Tunjukkan empati Anda tanpa harus membenarkan diri.

5. Jangan ‘Ember’. Wajar jika Anda ingin berbagi keluh kesah dengan rekan setelah dimarahi bos. Namun, hati-hati jangan sembarangan mengadu sana-sini. Pilihlah teman yang tepat untuk mencurahkan perasaan Anda. Jangan terlalu mendramatisir masalah. Ingat biasanya bos punya mata dan terlinga cukup banyak yang dapat menyerap informasi apapun dari anak buahnya.

6. Menebus ‘Dosa’. Jangan lupa, bos memiliki catatan buruk tentang anak buahnya masing-masing, sekali Anda salah di matanya, catatan itu tersimpan ‘rapi’ dalam memorinya. Jika Anda tidak segera mengambil tindakan perbaikan, alamt buruk bagi karir Anda. Maka jangan tunda-tunda melakukan perbaikan. Misalnyalebih disiplin, menepati deadline, dan meningkatkan kualitas kerja Anda. Cara-cara ini dapat mengurangi bobot kesalahan yang terlanjur Anda lakukan.

7. Jaga Komunikasi. Mogok bicara setelah dimarahi adalah sikap yang sangat kekanak-kanakan. Namun, berkomunikasi secara berlebihan juga mengesankan Anda ‘caper’ alias cari perhatian, atau salah tingkah. Ambilah langkah menjaga komunikasi yang efektif. Buat laporan kecil sehubungan dengan pekerjaan atau perbaikan pekerjaan yang tengah Anda lakukan. Biarkan bos mengikuti sikap progresif Anda untuk menebus kesalahan. Jangan sungkan meminta saran dan masukan, agar perbaikan kerja Anda membuatnay puas.

8. Tetap Senyum. Jangan pasang tampang ‘jutek’ di kantor, meski Anda tengah dirundung masalah. Tunukan raut cerah dan senyum Anda. Karena senyum diyakin dapat melunturkan rasa kesal dan marah. Senyum juga menunjukan kelapangan dan kebesaran hati Anda.

9. Jaga Sikap. Di lingkungan kerja mana pun, selalu ada birokrasi yang mengatur kepantasan atau kelayakan karyawannya dan berprilaku, termasuk menghadapi bos yang marah kepada Anda. Jadi jangan lupa menjaga sikap dan prilaku Anda.

ARTIKEL KE-EMPAT:

Persaingan bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja. Seringkali persaingan ini tidak berbahaya, bahkan bisa menigkatkan moral yang sehat. Namun ada kolega yang kadang mencari jalan pintas untuk memenangkan kompetisi dengan sabotase dan menusuk dari belakang. Cara menghadapi rekan seperti ini menurut Stephen Viscusi dalam buku “On The Job: How to Make in in The Real World of Work” adalah hadapi sumber masalah tersebut. Ia menjuluki orang seperti itu frenemies di tempat kerja. Berikut ini adalah Tips bagaimana menghadapi persaingan di tempat kerja, menurut Viscusi:

1. Berani Menghadapi. Jangan takut menghadapi rekan kerja secara langsung. Mereka biasanya hanya penggertak dan menganggap kebanyakan orang akan menyingkir.

2. Empat Mata. Hadapi orang tersebut secara empat mata ketimbang mencoba diskusi melalui e-mail. E-mail bisa menimbulkan salah paham atau bisa disalahtafsirkan.

3. Jangan Buat Diskusi Personal. Bicara singkat dan batasi pada masalah-masalah riil di tempat kerja. Hindari materi pembicaraan yang menyangkut hal-hal diluar masalah kantor, seperti hobi Anda, keluarga Anda, bahkan masalah Anda. Karena salah-salah, sekali dia tahu ‘kelemahan/kekurangan’ Anda, hal tersebut akan dia jadikan senjata untuk ‘menusuk’ Anda.

4. Tetapkan Perang Secara Bijak. Jangan buang energi untuk perang yang tidak bisa dimenangkan. Lebih baik ’sambut’ dengan senyum dan tinggalkan dia, jika kondisi tidak mungkin bagi Anda untuk memberikan perlawanan, misalnya ketikadia berada di lingkungan teman-temannya.

5. Tidak Akan Berubah. Jangan menganggap frenemies bisa berubah dengan sendirinya.

6. Cari Saksi dan kumpulkan bukti. Jika konfrontasi gagal, Elizabeth Freedman, dalam bukunya “Work 101: Learning The Ropes of the Workplace wihout Hanging Yourself” menawarkan solusi berupa mencari saksi (pastikan ada orang lain yang tahu apa yang sedang Anda kerjakan sesering mungkin) dan kumpulkan bukti (buat laporan segala sesuatu yang Anda kerjakan, baik berdasarkan kronologi waktu maupun tempat, sehingga Anda punya bukti tertulis dari semua upaya Anda).

7. Last But Not Least, jangan pernah berpikir untuk balas dendam dengan melakukan keburukan kepada rekan kerja Anda. Karena dengan membalas keburukan mereka -menyebarkan keburukan mereka- justru Anda akan melakukan tindakan yang tidak profesional dan merusak reputasi Anda.

ARTIKEL KE-LIMA:

Sebagai seorang karyawan, sangatlah wajar bila Anda menghadapi situasi seperti ini: Pekerjaan yang menumpuk di atas meja, telepon yang tak henti-hentinya berdering dan tak bisa menikmati makan siang. Sibuk di tempat kerja sehingga kehabisan waktu selalu disikapi dengan berdiam diri dan tak ada usaha untuk membuat strategi baru. Kegiatan seperti ini, yang berulang-ulang setiap hari, tak jarang malah membuat karyawan semakin terbelit stres. Berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, Anda memerlukan tips mengenali penyebab stres agar Anda dapat dengan mudah lepas dari belitannya:

1. 41% dari responden, mengeluhkan sedikitnya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang terlalu banyak. Bila menghadapi masalah ini, sekarang Anda dapat mencoba pengaturan waktu yang lebih efektif lagi. Tentukan pekerjaan mana yang memiliki prioritas yang tertinggi dan perunakan kalender yang besar untuk menandai waktunya. Breakdown target pekerjaan-pekerjaan tersebut ke dalam item-item pekerjaan per hari.

2. 21% dari responden, memiliki permasalah dengan beban pekerjaan yang berlebih. Permasalahan ini bisa diselesaikan dengan ketegasan Anda untuk mengatakan “Tidak” atau Anda bisa mendelegasikan tugas yang diberikan kepada Anda. Mungkin juga ini saatnya Anda meminta penambahan karyawan baru kepada atasan Anda.

3. 6% dari responden, sangat menderita karena besarnya tekanan dari atasan. Bila memang inilah permasalahannya, ada baiknya Anda tidak mengambil hati setiap perkataan dan tekanan-tekanan yang diberikan kepada Anda. Namun, anda juga jangan terlalu santai dan tidak serius dengan permasalahan yang diungkapkan atasan Anda. Anda juga berhak memberikan kesenangan pada diri Anda.

4. 5% dari responden, merasa tertekan karena persoalan yang dimiliki dengan kolega mereka. Penyelesaiannya adalah Anda harus membicarakan secara terbuka dengan kolega Anda dan anggota tim lain mengenai permasalahan yang Anda rasakan sangat mengganggu. Bila keadaan mendesak, libatkan pimpinan Anda dalam pembicaraan ini.

ARTIKEL KE-ENAM:

Pagi hari, pekerjaan mendadak menumpuk, dan Anda seperti disergap stres. Bagai angin puyuh dan Anda terputar-putar hingga nyaris hilang orientasi. Kondisi seperti ini, bagi pekerja seperti Anda, bisa jadi nyaris seperti makanan sehari-hari. Namun Anda toh tidak bisa lari dari situ. Berikut ini Tips cerdik mengurangi stres di tempat kerja:

1. Catat setiap item pekerjaan.

2. Tuliskan due time disamping setiap pekerjaan.

3. Urutkan pekerjaan tersebut dari yang paling dekat deadline sampai yang paling jauh.

4. Buat tahapan yang harus disiapkan dari setiap pekerjaan, misal pekerjaan bikin surat, berarti urutannya harus mencari isi surat, konsep, nama dan alamat yang dituju, dan sebagainya.

5. Lalu kelompokkan pekerjaan yang due time-nya dekat.

6. Dari jenis pekerjaan yang due time-nya dekat, beri tanda pekerjaan yang paling mudah dan paling sulit.

7. Sudah? Lalu bikinlah secangkir kopi atau minumlah segelas air putih. Pergilah ke toilet untuk menenangkan pikiran. Pekerjaan sebanyak apapun, jika tahapannya jelas akan sangat menurunkan tingkat stres.

8. Kembalilah ke meja Anda 10 menit kemudian. Maka pikiran Anda sudah lebih jernih dan Anda sudh bisa mulai bekerja dengan tenang dan riang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: