SUKSES BERKELUARGA


ARTIKEL PERTAMA:

Hidup sehat tidak bisa diperoleh secara instan. Sebagai orang tua, pola hidup sehat sebaiknya Anda terapkan sejak dini pada buah hati tercinta. Masa balita merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak, dimasa ini anak merekam semua perkataan dan perbuatan dari lingkungan terdekatnya. Kebiasaan hidup sehat dan bersih sebaiknya tidak sekedar diajarkan pada anak, namun buat hal tersebut menjadi kebiasaan mereka. Dengan demikian anak tidak merasakan adanya tekanan atau paksaan dari orang tua dalam menerapkan pola hidup sehat. Dan akan lebih baik jika Anda sendiri yang bertindak sebagai panutan bagi anak Anda. Melihat kebiasaan hidup sehat yang diterapkan orang tuanya, anak cenderung melakukan fotokopi atas apa yang Anda lakukan. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin menjadi panutan yang baik untuk anak yaitu:

1. Menjadi Contoh Yang Positif. Jika Anda tidak ingin anak Anda makan makanan yang tidak bergizi, maka Anda juga jangan membelikan makanan junk food tersebut. Bila tak ingin punya anak obesitas maka kurangilah membeli makanan yang berlemak dan rendah gizi. Sebagai gantiknya isi kulkas dengan buah-buahan segar atau jelly.

2. Stop Complain dan Mengeluh. Kalau Anda tak suka makan sayur, jangan mengeluh di depan anak. Tidak menutup kemungkinan anak juga ikut-ikutan mengeluh atau bahkan sama sekali menolak makan sayur.

3. Rencanakan Kegiatan Yang Sehat & Fun. Libatkan anak-anak dalam membuat rencana kegiatan sehat yang akan Anda lakukan bersama mereka. Misalnya: si akhir pekan rencana lari pagi bersama atau berenang bersama. Buatlah acara olah raga menjadi momen kumpul keluarga yang fun sehingga anak pun semangat untuk menyusun jadwal olah raga di bulan depan.

4. Hindari Memberi Makanan Sebagai Hadiah. Anda masa-masanya anak sulit makan dan menjadi sangat pemilih. Sebagai ibu, Anda jangan merayu anak untuk makan sayur dengan memberi permen sebagai hadiah. Karena hal ini bisa membuat anak menjadi salah persepsi. Anak bisa menilai bahwa permen itu baik dimakan sementara sayur bukan makanan yang baik.

5. Beri Pemahaman. Saat sedang menemani anak belajar atau bermain, sampaikan pada si kecil akan pentingnya hidup sehat. Jika merasa sakit, mereka tidak bisa sekolah , tidak bisa bermain dan harus ke dokter. Bila anak telah memiliki pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan maka tak akan sulit untuk mengajak mereka berolah raga dan makan makanan bergizi.

ARTIKEL KE-DUA:

Omongan orang tua seringkali diabaikan anak, atau bahkan tidak didengarkan sama sekali. Untuk itu berikut ini adalah tips jitu agar anak mau mendengarkan perkataan Anda:

1. Jadilah Pendengar Yang Baik. Anak-anak tidak bisa belajar menjadi pendengar yang baik bila mereka tidak memiliki panutan yang baik. Pastikan Anda menunjukan apa yang Anda harapkan dari mereka dengan menjadi pendengar yang baik. Seperti pepatah tua, “Kita memiliki dua telinga dan satu mulut karena ada alasannya” maksudnya, dengarkan anak Anda bicara duakali lebih banyak daripada bicara Anda.

2. Berbicaralah Dengan Penuh Hormat. Bila Anda menjadi seorang Anak, bagaimana Anda ingin diajak berbicara? Gunakanharapan Anda itu sebagai modelnya.

3. Beri Perhatian Dulu, Baru Berbicara. Dapatkan perhatian anak terlebih dahulu. Pastikan mereka melihat Anda sebelum Anda berbicara. Secara verbal, Anda juga bisa meminta perhatiananak. Saat bertatapan, Anda mendapatkan perhatian penuh dari anak. Inilah saatnya Anda menyatakan permintaan.

4. Berikan Peringatan. Adakalanya sulit mengalihkan perhatian, terlebih saat mereka sedang melakukan sesuatu yang benarik. Beri batasan waktu kepada mereka. Contohnya, “Ayah/Ibu perlu bantuan kamu dua menit lagi ya,” atau “Ayah/Ibu ingin berbicara dengan kamu lima menit lagi ya.”

5. Turunkan Volume Suara. Daripada berteriak, lebih baik turunkan volume suara Anda. Bicaralah dengan nada lebih lembut, tidak keras.

6. Jangan Berpanjang Lebar. Anak tidak mau mendengar kuliah panjang lebar. Jadi ungkapkanlah permintaan Anda dengan singkat dan langsung, contohnya, “Bereskan tempat tisurmu sebelum bermain!” Kadan, irit kata-kata juga membantu. Cukup satu kata kadang bisa menjadi trik yang baik, misalnya, “PR!

ARTIKEL KE-TIGA:

Peranan orang tua sangat penting terhadap nutrisi anak. Agar anak Anda terhindar dari makanan yang buruk, Anda perlu membatasi jajan anak. Berikut ini adalah Tips jitu dalam mengurangi jajan si kecil:

1. Beri Informasi. Beri informasi tentang efek buruk dari makanan jajanan,termasuk makanan di dalam iklan. Katakan bahwa tidak semua makanan pabrik itu lebih unggul dari makanan natural.

2. Buat Makanan Sendiri yang Memancing Selera. Anda sebaiknya membuat makanan sendiri yang sederhan setiap hari. Diharapkan anak-anak cinta dengan makanan rumah. Cobalah untuk kreatif dalam membuat makanan yang dapat menambah selera makan anak, namun tetap menyehatkan. Anak-anak seringkali menyukai makanan dalam kemasan kecil-kecil dan lucu seperti agar-agar dicetak dengan kemasan bergambar princess atau tokoh-tokoh kartun idola mereka lainnya.

3. Beri Uang Jajan Secukupnya. Kalaupun ingin memberika uang jajan pada anak, berikan sepantasnya. Biasakan menabung uang. Giatkan budaya menabung dalam keluarga. Belilah pujian atau hadiah bagi anak-anak yang tidak jajan sehingga mereka menjadi termotivasi.

4. Ibu Membelikan Jajanan. Anda membelikan makanan lalu disimpan di rumah. Setiap harinya anak Anda dijatah makanan yang dibelikan tadi.

5. Makanan Teratur. Biasakan anak selalu makan pagi, siang dan malamdengan teratur dan dalam jumlah yang cukup.

6. Jangan manjakan Anak. Jangan membiasakan menuruti semua permintaan anak semacam coklat,permen, makanan ringan, jelly dan sebagainya. kembangkan sikap tega, terbuka dan logis ketika meminta permintaan anak. Lalu cobalah mmberikan alternatif pengganti misalnya permen diganti dengan puding susu.

7. Beri Contoh Yang Baik. Beri contoh posisif pada anak. Anak-anak cenderung meniru kebiasaan dan tingkah laku orang-orang terdekatnya.

8. Perhatikan Komposisi Makanan. Makanan seperti ayam goren (fried chicken) juga sangat disukai anak karenarasa gurihnya. Umumnya, makanan ini sangat tinggi protein namun kurang serat (junk food). Anda sebaiknya menambahkan serat (sayuran) di dalam makanan agar protein dalam makanan dapat diserap oleh tubuh agar tidak sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: